Kembalikan Film Superhero yang ‘Dangkal’

robocop-2014
Sumber: oneroomwithaview.com

Sebagai seorang anak yang lahir dan tumbuh dalam dunia science fiction, saya kecewa setelah menonton RoboCop (2014) pada Minggu, 23 Februari 2014 lalu. Saya lahir di tahun 90-an dimana masa kecil saya dipenuhi para superhero mulai dari Kamen Rider dan Ultraman dari Jepang hingga Superman, Batman, Ironman, Robocop dan Spiderman dari Amerika. Semua film superhero itu intinya kurang lebih sama: kebaikan melawan kejahatan, meskipun awalnya kebaikan kalah, akhirnya selalu menang. Jalan cerita yang simpel tapi sangat menghibur. Tapi, saya merasa para sutradara Hollywood tidak rela membuat film superhero menjadi se-‘dangkal’ itu ketika masuk ke layar kaca. Alhasil, film yang dihasilkan selalu penuh dengan intrik, entah itu perang di Timur Tengah, percintaan yang penuh adegan ciuman yang penuh nafsu dan unsur manusia yang kental dalam diri superhero tersebut.

Bagi yang belum nonton RoboCop (2014), saya tidak akan spoiler menuliskan isi film-nya disini, saya hanya mengulas sedikit saja plot ceritanya. RoboCop (2014) adalah film remake dari film aslinya pada tahun 1987 dan disutradarai oleh  José Padilha. Pada tahun 2028, perusahaan konglomerat multinasional OmniCorp adalah perusahaan yang memproduksi teknologi “robot tentara” dan telah digunakan oleh militer Amerika Serikat pada operasi pembebasan di Teheran. OmniCorp ingin menjual produk mereka untuk digunakan dalam penegakan hukum sipil di Amerika Serikat, tetapi opini publik, diwujudkan oleh UU Dreyfus, mencegah hal ini. Tidak kehabisan akal, CEO OmniCorp, Raymond Sellars (Michael Keaton), meminta tim pemasarannya, bersama dengan ilmuwan, Dr Dennett Norton (Gary Oldman), untuk menciptakan produk penegakan hukum baru dengan menggabungkan manusia dan mesin yang ia percaya dapat “dijual” kepada publik Amerika. Mereka mulai mencari seorang polisi cedera permanen yang dipercaya dapat menjadi kunci dari keberhasilan mereka. Sumber: Wikipedia.

Saya pribadi merasa RoboCop (2014) jauh di luar ekspetasi saya. RoboCop (2014) sudah bukan lagi film superhero yang bisa dikonsumsi oleh semua usia. Film ini pun diberi rating PG-13 yang artinya anak di bawah 13 tahun harus ditemani orang tua ketika menonton film ini. Hal ini disebabkan isinya sudah penuh banyak intrik, seperti, perang di Timur Tengah, wirausaha tiran, polisi korup, pengedar narkoba, ciuman yang penuh nafsu dan framing media. Apabila dikaji dalam sisi komunikasi, RoboCop (2014) merupakan studi kasus yang menarik tentang bagaimana merancang strategi komunikasi hingga akhirnya mampu mempengaruhi publik untuk berpikir sesuai dengan apa yang kita mau.

Saya paham mungkin tujuan dari sang sutradara membuat alur cerita seperti itu untuk memaparkan realita yang  terjadi di dunia. Saya melihat adanya ‘jeritan hati’ dari sang sutradara tentang keprihatinannya atas kejadian yang terjadi di dunia ini. Dengan apik, José Padilha memotret latar perang di Teheran, polisi korup yang merajalela, pengaruh media yang sangat besar dan kepercayaan bahwa manusia tidak akan menjadi robot (manusia yang bisa diperintah seenaknya oleh orang lain) selama dia masih memiliki perasaan.

Tapi, ketika saya memutuskan untuk menonton film superhero, yang saya inginkan adalah kembali ke momen masa kecil saya untuk menikmati film superhero secara ‘sederhana’ untuk selalu percaya bahwa when good versus evil, in the end good always win. 

Advertisements

2 thoughts on “Kembalikan Film Superhero yang ‘Dangkal’”

  1. Somehow aku juga ngerasa gitu banget kaaak! Yang film supermen kemaren aku ngerasa “ehh.. kok rada mikir ya?” bukannya gak doyan filem bagus.. Tapi pengen Supermen bisa ditonton anak kecil juga siik.. -__-“

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s