Speed Dating, Yes or No?

Sumber: thaispeeddating.com
Sumber: thaispeeddating.com

You only live once, so it’s okay to do at least one ‘stupid’ thing once in your life”, itu adalah ungkapan yang paling pas ketika saya memutuskan untuk ikut acara Love and Found Speed Dating di Kaffeine Premium Coffee & Lounge (SCBD). Acara ini diadakan tepatnya pada 15 Februari 2014 dan merupakan kerjasama dari vemale.com, Beauty Box, Zalora Indonesia, Hitman System, Kaffeine dan House of Perempuan (HOPE).

Bagi yang belum tahu apa itu speed dating, saya akan jabarkan sedikit. Speed dating adalah acara perjodohan terorganisir dimana kamu bisa menemukan banyak lawan jenis baru dan melakukan percakapan singkat untuk menentukan kecocokan dari calon pasangan potensial kamu. Setiap peserta diberi kesempatan untuk ngobrol singkat dengan semua peserta lawan jenis. Durasinya sendiri berbeda – beda setiap acara speed dating, tapi biasanya berkisar antara 1 – 5 menit. Durasi tersebut digunakan untuk mencari kecocokan dan kemungkinan untuk kencan yang sebenarnya setelah acara ini selesai.

Love and Found Speed Dating dimulai dengan beauty class untuk para wanita dari Beauty Box, jadi para wanita “dipermak” untuk tampil lebih cantik. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi coaching dari Hitman System. Dalam sesi coaching, setiap peserta diminta melakukan satu hal yang paling simpel namun efektif: “SENYUM”, kemudian diajarkan body language dan diminta untuk mempersiapkan topik yang harus dibicarakan ketika ngobrol dengan lawan jenis. Topiknya pun tidak boleh basi, tidak boleh seperti wawancara kerja dan tidak boleh pertanyaan yang sifatnya yes or no. Contoh: kamu suka spaghetti? Atau seperti ini, kuliah apa kerja? Dimana kuliahnya? Topiknya harus membuat lawan bicara menjadi antusias untuk membuka dirinya, seperti contoh: Kalau hari ini adalah hari terakhir dalam hidup kamu, coba sebutin tiga hal apa aja yang kamu mau lakuin? (Hey, it’s my pick-up line!). Setelah semua peserta selesai di-coaching, the game is on!

Acara ini merupakan speed dating pertama yang pernah saya lakukan. Ini merupakan pengalaman yang cukup mengesankan, dimana saya “dipaksa” untuk berbicara dengan 12 wanita dan masing – masing berdurasi 1 menit. Ibaratnya, dalam waktu 1 menit, saya punya waktu untuk membuat wanita itu tertarik atau berusaha menemukan apakah saya dan wanita tersebut memiliki kecocokan atau tidak. Jujur saja, 1 menit waktu yang tergolong sangat singkat. Apalagi, ketika lawan bicara saya merupakan orang yang asik diajak ngobrol. 

Acara speed dating kali ini agak berbeda mekanismenyakarena dibagi menjadi dua sesi, yaitu: sesi pria dan wanita. Sesi pertama, pria berusaha menarik perhatian si wanita selama 1 menit dan pada sesi kedua, wanita yang berusaha untuk menarik perhatian si pria selama 1 menit juga. Saya pun sempat kaget melihat antusiasme para wanita peserta acara tersebut. Mereka terlihat sangat antusias dan sangat aktif dalam ngobrol. Di momen speed dating inilah, interaksi yang seharusnya terjadi dalam setiap kencan. Wanita bukan lagi makhluk yang hanya diam pasif, tapi juga setara seperti pria, berusaha menggali pria tersebut dan membuatnya bisa bercerita tentang banyak hal. Ini menunjukkan apabila menginginkan pasangan, bukan hanya pria yang berusaha, wanita pun harus berusaha.

Banyak pengalaman mengesankan yang dibagikan oleh para wanita lawan bicara saya selama acara ini berlangsungseperti: ada yang bekerja di Yahoo!, ada yang merupakan peserta exchange student, ada yang kuliah sastra belanda dan masih banyak lagi. Dalam sehari, saya menemukan 12 cerita berbeda dari 12 wanita yang berbeda. Ini merupakan pengalaman yang unik sekaligus sangat mengesankan.

Sedikit masukan untuk acara speed dating, biasanya acara semacam ini hanya dibatasi oleh usia saja (misalnya: 20 – 30 tahun), tapi menurut saya, lebih baik dibuat filter lagi yaitu, pembagian berdasarkan agama. Karena, speed dating  fokus utamanya bertujuan untuk mencari pasangan, bukan hanya sekadar mencari kenalan baru. Saya rasa hal itu pasti meningkatkan efektifitas peserta dalam menemukan calon pasangannya. Sudah merupakan rahasia umum bahwa pacaran atau pernikahan beda agama kebanyakan berakhir tidak bahagia. Apabila memang sudah satu agama, para peserta tidak perlu memusingkan soal agama dan benar – benar fokus hanya mencari kecocokan. Sungguh sangat disayangkan bukan, apabila para peserta menemukan calon pasangan yang cocok, tapi kemudian tidak berlanjut hanya karena agama yang berbeda?

Last but not the leastLove and Found Speed Dating is a really great event, thanks for vemale.com and all the partners. Mengutip kalimat dari tulisan Lex De Praxis, “Seperti kata penulis dan kartunis kisah anak-anak, Dr Seuss, “When a guy does something stupid once, well that’s because he’s a guy. But if he does the same stupid thing twice or more, that’s usually about a girl.

Advertisements

4 thoughts on “Speed Dating, Yes or No?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s