Ketika Beribadah dalam Perlindungan Polisi

sumber foto: lensaindonesia.com
sumber foto: lensaindonesia.com

Setiap tahun tepatnya pada malam Imlek, kami, umat Buddha (agama mayoritas yang dipeluk oleh etnis Tionghoa), selalu berbondong – bondong untuk melakukan sembahyang (ibadah) di vihara atau kelenteng masing – masing. Ibadah ini merupakan wujud syukur dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak dan tercapai apa yang diinginkan. Selain itu, merupakan momen refleksi diri tentang segala hal yang telah terjadi di tahun sebelumnya.

Di tahun ini, tepatnya di tahun 2014, ada sesuatu yang berbeda dari ibadah malam Imlek di tahun – tahun sebelumnya. Pada tahun ini, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah menyiapkan pengamanan khusus jelang perayaan Tahun Baru China, Imlek. Pengamanan ini merupakan bentuk antisipasi terjadinya aksi terorisme. Hal ini dilakukan terkait peristiwa ledakan bom di Vihara Ekayana yang terjadi pada Agustus 2013 lalu. Polisi juga meyakini jaringan pengebom Vihara Ekayana masih ada hingga saat ini. sumber: tribunnews.com

Jujur saja, saya pribadi sempat kaget melihat ada beberapa polisi yang berjaga di vihara tempat saya melangsungkan ibadah malam imlek. Melihat polisi berjaga ketika kami beribadah merupakan hal yang asing bagi saya. Hal ini kemudian menjadi tanda tanya besar bagi saya. Apakah dengan adanya polisi bertujuan untuk menjaga agar ibadah kami tetap aman? Atau hal ini menyiratkan bahwa ibadah di vihara sudah tidak lagi menjadi tempat yang aman?

Saya bukan tidak senang dengan adanya polisi yang menjaga tempat ibadah kami. Saya justru sangat mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Sutarman berinisiatif membentuk satuan tim khusus untuk melakukan pengamanan malam Imlek. Tentu saja, kita semua tidak ingin peristiwa pengeboman Vihara Ekayana terulang kembali.

Saya tidak habis pikir ada oknum yang setega itu melakukan teror di tempat ibadah. Padahal bagi saya, tempat ibadah merupakan tempat yang paling aman di dunia. Ketika ibadah malam Imlek di vihara saja sudah tidak aman, dimana lagi kita harus beribadah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s