Pria Besar Berani Bertanggung Jawab

Dahlan Iskan
Sumber foto: navigasibisnis.com

Minggu lalu, tepatnya tanggal 1 Januari 2014, masyarakat dikejutkan dengan kado pahit berupa kenaikan harga elpiji 12 kg dari Rp. 70.200 menjadi  Rp 117.708 per tabung. Hal ini sontak membuat masyarakat kaget dan merasa sangat tertekan. Kenaikan ini berdasarkan audit BPK yang menyebutkan bahwa Pertamina telah merugi sebesar Rp. 7 trilliun selama periode 2011 dan 2012, sehingga harus menaikkan harga elpiji 12 kg.

Menanggapi kisruh tersebut, sejumlah pejabat pemerintah yang terlibat dan Pertamina angkat bicara, beberapa tanggapan mereka:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekecewaannya atas keputusan Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram. Pertamina seharusnya berkoordinasi dengan pemerintah atas rencana kenaikan harga. Sumber: detik.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memastikan tidak menerima pemberitahuan dari PT Pertamina terkait kenaikan harga gas elpiji 12 kg pada 1 Januari 2014. Sumber: detik.com

Menteri BUMN Dahlan Iskan: “Semua saya yang salah. Kurang koordinasi, saya yang salah.” Sumber: detik.com

Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir: “Kami dari Pertamina memastikan rencana ini selalu dikoordinasikan dengan pemerintah dan kementerian terkait.” Sumber: detik.com

Mengenai kisah kelanjutan kisruh elpiji 12 kg, kita semua sudah mengetahuinya, yaitu: melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Pertamina dan pemerintah merevisi harga elpiji 12 kg dari semula Rp 117.000 per tabung menjadi Rp 82.000  per tabung untuk harga dari Pertamina ke agen  sehingga “hanya” naik Rp 1.000 per kg. Rakyat senang, SBY senang, Pertamina sayangnya masih merugi Rp. 3.000 per kg.

Dalam kasus ini, pernyataan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan patut saya acungi jempol. Ketika pemerintah mengaku tidak tahu dan menyalahkan Pertamina karena menaikkan secara sepihak, Dahlan Iskan berani mengaku salah dan menanggung konsekuensi dari naiknya elpiji. Selain itu, pernyataan lain beliau yang membuat saya makin terkesan: “Pokoknya jangan salahkan Dirut Pertamina. Jangan salahkan yang lain. Ini bukan soal pasang badan. Tetapi ini soal tanggung jawab.” Sumber: viva.co.id

Menutup artikel ini, ada satu kutipan yang saya suka terkait dengan tanggung jawab: When a man points a finger at someone else, he should remember that four of his fingers are pointing at himself. – Louis Nizer, Pengacara dan Rekan Senior Firma Hukum Phillips, Nizer, Benjamin, Krim & Ballon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s